29 December 2017

WANITA INDONESIA PEDULI UPACARA BENDERA HUT RI Meski Dinegri Orang

Hong kong, BI. Upacara bendera peringatan HUT RI biasana digelar pada 17 Agustus , tepat pada 17 Agustus, tepat pada saat Republik  Indonesia di proklamasikan kemerdekaannya. Tahun ini, 17 Agustus jatuh pada hari kamis , Namun kebanyakan buruh migran Indonesia (BMI) di hong kong  tidak bisa melaksanakan upacara pada 17 Agustus Karen terkendala pekerjaan dengan hari minggu. Namun sebagai bukti kecintaan terhadap tanah Air serta tidak mengurangi rasa Nasionalisme  dan rasa hormat kepada para pahlawan kemerdekaan,  Wanita Peduli (WALI) tetap menggelar upacara, yakni pada minggu (20/08). WALI terdiri para mahasiswa Capston Collage dan Mahasiswa LPPI Brawijaya cabang Tsuen Wan (Bu Yati).




  Acara di mulai pukul 10.30.  Seperti biasa, upacara diisi dengan pengibaran bendera sang merah putih diiringi lagu Indonesia Raya. Bertugas sebagai pengibar bendera adalah  karyawati Siti Fatmawati, dan Ika Aristka. Setelah itu ada pembacaan teks proklamasi, pembukaan undang-undang dasar 1945, menyanyikan lagu wajib Nasional. Juga ada sambutan dari Yati S.Pd.  yang bertindak sebagai  Inspektur Upacara. Dalam sambutannya Yati  menyampaikan sambutannya sesuai tema  yang diangkat, Yakni “ Dengan semangat  kemerdekaan RI ke 72, Bebaskan dari perbudakan Modern”




Menurut yati, BMI merupakan pahlawan. Biarpun kondisi Indonesia sudah merdeka , tidak mengurangi penghargaan atas jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang  untuk memberikan kemerdekaan, memberikan sesuatu yang terindah bagi anak dan cucunya. Agar mereka semua bebas dari penderitaan sebuah ppenjajahan. “tetapi apa yang terjadi ? tidak seluruhnya menjadi suatu hal yag terbaik, dengan seiringnya waktu sehingga menjerat kita menjadi Negara yang baik, tetapi penjajahan tetap ada,, sehingga saudara-saudara saya yang ada di sini, salah satu bentuk dari betapa betapa carut marutnya tatanan pemerintahan yang kurang adil dalam keadila social dan pendidikan, “ tambahnya.
Wanita yang akrab disapa bunda  yati ini juga menyampaikan bahwa dia sangat mengapresiasi para mahasiswa  yang sedang berusaha memperbaiki diri dengan pendidikan. “ Beberapa perjuangan anda sama dengan perjuangan seorang pahlawan merebut kemerdekaan, anda merebutkan contoh kepada generasi –generasi yang akan datang bahwa anda bukan lahir menjadi seorang peminta, anda adalah seorang pejuang yang hebat.

Selain upacara peringatan Hari kemerdekaan, di hari yang sama diadakan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur, serta pemberian penghargaan kepada 20 siswa dalam kategori kepedulian sosial dan bermasyarakat. Penghargaan diserahkan langsung kepada  siswa oleh Yati S.Pd di akhir acara. (Wijiati Supari) .
Disqus Comments