Hong kong, BI. Upacara bendera peringatan
HUT RI biasana digelar pada 17 Agustus , tepat pada 17 Agustus, tepat pada saat
Republik Indonesia di proklamasikan
kemerdekaannya. Tahun ini, 17 Agustus jatuh pada hari kamis , Namun kebanyakan
buruh migran Indonesia (BMI) di hong kong
tidak bisa melaksanakan upacara pada 17 Agustus Karen terkendala
pekerjaan dengan hari minggu. Namun sebagai bukti kecintaan terhadap tanah Air
serta tidak mengurangi rasa Nasionalisme
dan rasa hormat kepada para pahlawan kemerdekaan, Wanita Peduli (WALI) tetap menggelar upacara,
yakni pada minggu (20/08). WALI terdiri para mahasiswa Capston Collage dan
Mahasiswa LPPI Brawijaya cabang Tsuen Wan (Bu Yati).
Acara di mulai pukul 10.30. Seperti biasa, upacara diisi dengan
pengibaran bendera sang merah putih diiringi lagu Indonesia Raya. Bertugas
sebagai pengibar bendera adalah
karyawati Siti Fatmawati, dan Ika Aristka. Setelah itu ada pembacaan
teks proklamasi, pembukaan undang-undang dasar 1945, menyanyikan lagu wajib
Nasional. Juga ada sambutan dari Yati S.Pd.
yang bertindak sebagai Inspektur
Upacara. Dalam sambutannya Yati
menyampaikan sambutannya sesuai tema
yang diangkat, Yakni “ Dengan semangat
kemerdekaan RI ke 72, Bebaskan dari perbudakan Modern”

Menurut yati, BMI merupakan pahlawan. Biarpun kondisi Indonesia sudah merdeka , tidak mengurangi penghargaan atas jasa-jasa pahlawan yang telah berjuang untuk memberikan kemerdekaan, memberikan sesuatu yang terindah bagi anak dan cucunya. Agar mereka semua bebas dari penderitaan sebuah ppenjajahan. “tetapi apa yang terjadi ? tidak seluruhnya menjadi suatu hal yag terbaik, dengan seiringnya waktu sehingga menjerat kita menjadi Negara yang baik, tetapi penjajahan tetap ada,, sehingga saudara-saudara saya yang ada di sini, salah satu bentuk dari betapa betapa carut marutnya tatanan pemerintahan yang kurang adil dalam keadila social dan pendidikan, “ tambahnya.
Wanita yang akrab disapa bunda yati ini juga menyampaikan bahwa dia sangat mengapresiasi
para mahasiswa yang sedang berusaha
memperbaiki diri dengan pendidikan. “ Beberapa perjuangan anda sama dengan
perjuangan seorang pahlawan merebut kemerdekaan, anda merebutkan contoh kepada
generasi –generasi yang akan datang bahwa anda bukan lahir menjadi seorang
peminta, anda adalah seorang pejuang yang hebat.
Selain upacara peringatan Hari kemerdekaan,
di hari yang sama diadakan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur, serta
pemberian penghargaan kepada 20 siswa dalam kategori kepedulian sosial dan
bermasyarakat. Penghargaan diserahkan langsung kepada siswa oleh Yati S.Pd di akhir acara. (Wijiati
Supari) .
