17 January 2018

Industri Mebel Perlu Pakai Teknologi Terkini buat Genjot Ekspor

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Nasional (HIMKI) menargetkan, ekspor industri mebel dan kerajinan nasional bisa menyentuh angka US$ 5 miliar pada akhir 2019. Agar dapat mencapai target, himpunan tersebut menilai hal itu harus diikuti dengan ada peremajaan alat dan teknologi produksi.
Wakil Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan, sektor industri mebel harus melakukan pembaharuan teknis jika ingin membangun produktivitas, dan menyertakan penggunaan teknologi terkini.
"Di Jepara dan beberapa tempat lain, pengerjaan furnitur masih menggunakan teknologi yang sangat manual, dan dikatakan itu adalah kearifan lokal. Kita harus ubah sudut pandang itu," tegas dia di forum diskusi yang digelar di Hotel Santika Jakarta, Kamis (11/1/2018).

"Saya pernah melihat pengerjaan pintu Gebyok yang dikerjakan dua orang dan selesai tiga bulan. Kalau saja itu dikerjakan pakai CNC Router, cukup satu orang dan bisa selesai dalam 7 hari saja," tambahnya.
Dia lalu membuat perbandingan dengan negara Asia Timur lainnya, yang masih berpegang pada adat istiadat lokal namun dapat menyambut kemajuan zaman.
"Mari lihat China dan Jepang, mereka berhasil karena berbeda dalam memahami kearifan lokal. Kearifan lokal itu bukan alatnya, tapi rohnya," ujar dia.
Abdul Sobur kembali menekankan, teknologi terkini semisal robot sudah seharusnya dimanfaatkan untuk menggantikan tenaga manusia terutama buat industri mebel. "Manusia kan masih dikendalikan oleh rasa, tergantung mood, sementara robot bisa kerja 24 jam," ucap dia.

Disqus Comments