capungmedia.com - Sekitar 47 petani muda dari 14 provinsi mengikuti kegiatan magang yang digelar oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI dengan Asosiasi Petani Jepang/the Japan Agricultural Exchange Council (JAEC), dan hingga saat ini 1.278 petani muda dari seluruh Indonesia sudah mengikuti pelatihan magang di Jepang.
Mereka mengikuti pelatihan selama 112 jam di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian - PPMKP Ciawi di bawah koordinasi Pusat Pelatihan Pertanian - Puslatan BPPSDMP Kementan. Usai pelatihan, lima petani muda akan magang di Niigata Agricultural Exchange Council - NAEC Niigata selama delapan bulan; 18 magang di JAEC Tokyo selama satu tahun; dan 24 magang di International Agricultural Exchange Assosiation - IAEA di Gunma selama dua hingga tiga tahun.
“Program magang Jepang ini sangat penting khususnya bagi program regenerasi pertanian, diharapkan para peserta magang memiliki niat untuk maju, mandiri, dan berpikir apa yang harus dikerjakan seusai magang nanti," kata Kepala Puslatan, Widi Hardjono saat membuka ´Pelatihan Pemantapan Magang Jepang di PPMPKP Ciawi, belum lama ini.
Dia mengharapkan 47 petani muda jangan mudah mengeluh, jadikan sebagai tantangan bahwa kita bisa melakukannya, karena banyak hal yang bisa ditiru atau dicontoh dari petani Jepang maka peserta magang harus jeli melihat bagaimana para petani Jepang melakukan usaha tani.