02 January 2018

Seorng Pemuda yang sukses dengan cara Pemilihan Induk Dan Budidaya Ikan Cupang


Betta sp
Sering kali kita mendengar mengenai aneka ikan hias dan cara budidayanya. Dari beberapa pembahasan yang ada telah banyak artikel yang menjelaskan budidaya ikan cupang yang saling bermunculan. Sebelum masuk pembahasan mungkin kita bahas dulu mengenai seputar ikan cupang. Ikan Cupang memiliki nama LatinBetta sp”  yang memiliki habitat asli di Asia Tenggara yaitu Thailand, Malaysia dan Fietnam. Cupang merupakan binatang peliharaan yang tergolong gampang-gampang susah dan memiliki karakter unik dibandingkan ikan hias lainnya. Untuk kali ini kita akan membahas budidaya cupang dengan pengalaman dan pengamatan saya selama saya menjadi petani cupang. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum budidaya ikan cupang antara lain:

1.    Kondisi kesehatan ikan dan Air
       Dari beberapa masalah yang dialami oleh para petani cupang termasuk saya pada awalnya adalah kondisi kesehatan ikan yang tidak maksimal, hal ini yang mengakibatkan ikan sering tidak maksimal dalam proses pemijahannya. Oleh karena itu kondisi kesehatan ikan harus diperhatikan terutama dari kadar kualitas airnya. Air memiliki peranan penting bagi ikan. Sebab air adalah media tempat ikan hidup dan berkembang biak. Tanpa air ikan akan mengalami kematian. Maka kualitas air juga memiliki peranan penting dalam pembesaran cupang. Beberapa pengalaman yang telah saya lalui mengenai budidaya ini adalah kondisi airnya. Dapat kita lihat dibawah ini merupakan ikan cupang dengan kondisi yang sehat dengan ciri warna pekat, ekor tidak merucut dan kondisi badan cerah dan segar.
                  
Bentuk ikan yang sehat adalah nampak segar dan warnanya pekat.

Agar cupang dapat hidup dan berkembang secara optimal harus memenuhi beberapa syarat. Syarat umum seperti Ph, salinitas, ataupun kandungan oksigen dalam air sangat penting dan harus diperhatikan. PH (pondus hidrogenity) dalam air yang mendukung bagi ikan cupang adalah skala 7 dari indeks 14 yang berarti skala normal. Semakin tinggi angka Ph air dikatakan sebagai air basa yang dikandung dalam sabun. Sedangkan Ph rendah dikatakan sebagai air asam seperti yang dikandung dalam air asam/sitrat. Untuk mencapai angka Ph 7 dapat menggunakan daun ketapang kering yang direndam dalam air.
Daun ketapang dianggap sebagai daun sakti yang dapat mengobati atau membuat ikan cupang semakin galak. Padahal daun ketapang adalah media penetral Ph air agar mencapai ukuran ideal bagi siklus hidup ikan cupang.  Salinitas atau kandungan garam dalam air perlu diperhatikan. Untuk mencapai kandungan garam ideal hendaknya ditambahkan beberapa gram garam Kristal ke dalam air sesuai besar kecilnya kolam yang anda kelola. Kandungan oksigen menentukan kualitas hidup ikan. Untuk air yang berasal dari PAM hendaknya dilakukan aerasi agar kandungan nitrat dan klorinnya dapat hilang bersama oksigen yang dihembuskan melalui aerator. Dari beberapa penagalaman yang telah saya lalui dalam budidaya ikan hias terutama cupang kendala air perlu diperhatikan, jika perlu setiap 1 minggu sekali air dilakukan pergantian agar tetap terjaga kesetabilannya.

2.    Kualitas Indukan
       Ikan cupang yang berkualitas adalah ikan yang dihasilkan oleh indukan yang berkualitas pula. Dalam proses pemilihan indukan seringkali para breeder pemula kurang memperhatikan hal ini. Biasanya para hobiis hanya melihat indukan cupang dari aspek fisiknya saja. Warna cemerlang yang indah selalu dijadikan patokan bahwa itu adalah indukan unggul. Padahal hal tersebut bukan hal yang mutlak dalam menentukan indukan yang akan dipijahkan.           
  
              
Indukan yang baik / bagus adalah indukan yang telah cukup umur
Dari beberapa pengalaman saya pemilihan indukan cupang sangatlah penting, dimana untuk memilih indukan yang bagus perlu membutuhkan kejelian tersendiri agar mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut ini ada beberapa cara memilih indukan baik cupang betina dan cupang jantan sebagai berikut :
v  Untuk memilih Cupang betina yang bagus dilakukan dengan cara :
1.        Pilihlah ukuran cupang betina yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil (ukuran badan sedang)
2.        Pilihlah warna cupang betina yang pekat dan kondisi sehat
3.        Pilihlah cupang betina yang telah cukup umur agar telur yang terdapat diperutnnya telah benar-benar matang, tujuannya adalah burayak yang dihasilkan dengan tingkat kematangan yang bagus akan lebih tahan terhadap serangan penyakit.
4.        Pilihlah indukan cupang betina yang mempunyai perut gendut (bukan gendut karena pakan tapi karena banyaknya telur didalam perut ikan)
5.        Pilihlah indukan cupang betina yang disisi perut ikan (sisik bagian perut samping kiri dan kanan) terdapat garis putih yang menunjukkan indukan betina siap kawin.
v  Untuk memilih Cupang Jantan yang bagus dilakukan dengan cara :
1.        Pilihlah ukuran cupang jantan yang ukuran badannya ideal dan lebih besar dari betinanya
2.        Pilihlah cupang jantan dengan bentuk warna yang pekat dan berani
3.        Pilihlah cupang jantan yang telah cukup usia untuk dipijahkan
4.        Pilihlah cupang jantan yang punya mental birahi yang kuat agar pembuahan sel telurnya maksimal

Ada beberapa pendapat yang menyampaikan bahwa beberapa breeder senior bilang untuk memilih indukan yang baik hendaknya memperoleh indukan dari keturunan ke 4 (f4). Pada keturunan f4 sudah memiliki kestabilan dalam hal gen nya. Sehingga sudah dapat diturunkan ke anakannya. Jika cupang belum mencapai f4 cenderung untuk mengikuti sifat genetika dari indukan sebelumnya. Inilah yang mengakibatkan ikan yang kita kawinkan ternyata tidak mengahsilkan warna sesuai induknya.
                   Indukan yang baik juga adalah indukan yang cukup umur. Indukan yang cukup umur menandakan ikan tersebut telah matang secara kelamin. Bagi ikan betina sel telurnya telah mengalami kematangan dan bagi ikan pejantan telah mampu menghasilkan sperma. Berdasarkan pengalaman, saya mengamati bahwa jika ikan belum matang secara seksual maka angka keberhasilan hidupnya akan semakin kecil. Telur yang dibuahi tidak akan menjadi burayak akibat kurang matang.

3.    Pemberian pakan
Pakan yang tepat menentukan pertumbuhan ikan kita. Oleh karena itu kita harus memberikan makanan yang memiliki kandungn gizi yang tepat dan sesuai. Tidak harus banyak tetapi harus sesuai dengan fase pertumbuhan dan kebutuhan ikan kita. Ada beberapa pakan alami yang dapat kita berikan kepada ikan kita. Kita dapat menemukan makanan alami seperti cuk/jentik nyamuk, kutu air, cacing sutera dan cacing darah.

                        
                                
      Gambar Jentik Nyamuk                                                 GambarKutu Air

 Semua pakan tersebut dapat kita berikan kepada kelangenan kita. Namun kita harus memperhatikan kebutuhan ikan kita. Bagi ikan yang akan memijah pakan yang paling penting adalah cuk. Cuk memiliki kandungan gizi yang amat tinggi dan baik bagi indukan maupun anakan cupang. Bagi indukan betina diberikan cuk yang banyak. Pematangan sel telur dapat dipercepat apabila betina mengkonsumsi protein yang banyak dikandung dalam cuk. Dala waktu satu bulan setengah indukan betina yang secara intensif diberi pakan cuk akan mengalami pematangan sel telur secara sempurna. Ditandai dengan perut yang membesar serta bintik kecil di bawah sirip dasi agak membesar. Pemberian pakan yang tepat secara tidak langsung mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan perkawinan ikan cupang.


4.    Waktu pemijahan
                   Waktu yang paling tepat adalah di waktu musim kemarau. Pada musim kemarau biasanya ikan cupang akan mengalami perubahan sikap menjadigenit dan suka membuat sarang busa (bublenest).    

                                        

Di alam bebas ikan cupang memang biasa memijah pada musim kemarau. Sebab pada musim kemarau pakan alami untuk burayak sangat berlimpah dan pada musim hujan pakan alami tersebut terbawa arus air. Kasus yang sering terjadi adalah para hobiis mengawinkan secara asal tanpa memperhatikan waktu yang tepat. Jika waktunya tidak tepat maka ikan tidak akan mencapai birahinya dan perkawinan ikan tersebut seringkali mengalami kegagalan. Pada musim hujan biasanya ikan lebih banyak berdiam diri sehingga ketika dikawinkan ikan akan menjadi pasif. Dari sejumlah hal yang telah saya paparkan di atas merupakan hasil pengamatan dan research penulis berdasarkan pengalaman selama memelihara ikan cupang. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi anda yang membutuhkan info tentang pemijahan ikan cupang.

Demikian artikel dari saya semoga barmanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca. Kami ucapkan banyak terimaksih. by (Arief Setyawan)


Disqus Comments