| Betta sp |
Sering
kali kita mendengar mengenai aneka ikan hias dan cara budidayanya. Dari
beberapa pembahasan yang ada telah banyak artikel yang menjelaskan budidaya
ikan cupang yang saling bermunculan. Sebelum masuk pembahasan mungkin kita
bahas dulu mengenai seputar ikan cupang. Ikan Cupang memiliki nama Latin “Betta sp” yang memiliki habitat asli di Asia Tenggara
yaitu Thailand, Malaysia dan Fietnam. Cupang merupakan binatang peliharaan yang
tergolong gampang-gampang susah dan memiliki karakter unik dibandingkan ikan
hias lainnya. Untuk kali ini kita akan membahas budidaya cupang dengan
pengalaman dan pengamatan saya selama saya menjadi petani cupang. Ada beberapa
hal yang perlu kita ketahui sebelum budidaya ikan cupang antara lain:
1. Kondisi kesehatan ikan dan Air
Dari beberapa masalah
yang dialami oleh para petani cupang termasuk saya pada awalnya adalah kondisi
kesehatan ikan yang tidak maksimal, hal ini yang mengakibatkan ikan sering
tidak maksimal dalam proses pemijahannya. Oleh karena itu kondisi kesehatan
ikan harus diperhatikan terutama dari kadar kualitas airnya. Air memiliki peranan penting bagi ikan. Sebab air adalah
media tempat ikan hidup dan berkembang biak. Tanpa air ikan akan mengalami
kematian. Maka kualitas air juga memiliki peranan penting dalam pembesaran
cupang. Beberapa pengalaman yang telah saya lalui mengenai budidaya ini adalah
kondisi airnya. Dapat kita lihat dibawah ini merupakan ikan cupang dengan kondisi
yang sehat dengan ciri warna pekat, ekor tidak merucut dan kondisi badan cerah
dan segar.
Bentuk ikan yang sehat adalah nampak segar dan warnanya
pekat.
Agar cupang dapat hidup
dan berkembang secara optimal harus memenuhi beberapa syarat. Syarat umum
seperti Ph, salinitas, ataupun kandungan oksigen dalam air sangat penting dan
harus diperhatikan. PH (pondus hidrogenity) dalam air yang mendukung
bagi ikan cupang adalah skala 7 dari indeks 14 yang berarti skala normal.
Semakin tinggi angka Ph air dikatakan sebagai air basa yang dikandung dalam
sabun. Sedangkan Ph rendah dikatakan sebagai air asam seperti yang dikandung dalam
air asam/sitrat. Untuk mencapai angka Ph 7 dapat menggunakan daun ketapang
kering yang direndam dalam air.
Daun ketapang dianggap
sebagai daun sakti yang dapat mengobati atau membuat ikan cupang semakin galak.
Padahal daun ketapang adalah media penetral Ph air agar mencapai ukuran ideal
bagi siklus hidup ikan cupang. Salinitas
atau kandungan garam dalam air perlu diperhatikan. Untuk mencapai kandungan
garam ideal hendaknya ditambahkan beberapa gram garam Kristal ke dalam air
sesuai besar kecilnya kolam yang anda kelola. Kandungan oksigen menentukan
kualitas hidup ikan. Untuk air yang berasal dari PAM hendaknya dilakukan aerasi
agar kandungan nitrat dan klorinnya dapat hilang bersama oksigen yang
dihembuskan melalui aerator. Dari beberapa penagalaman yang telah saya lalui
dalam budidaya ikan hias terutama cupang kendala air perlu diperhatikan, jika
perlu setiap 1 minggu sekali air dilakukan pergantian agar tetap terjaga
kesetabilannya.
2.
Kualitas Indukan
Ikan cupang yang berkualitas adalah ikan yang dihasilkan
oleh indukan yang berkualitas pula. Dalam proses pemilihan indukan seringkali
para breeder pemula kurang memperhatikan hal ini. Biasanya para hobiis hanya
melihat indukan cupang dari aspek fisiknya saja. Warna cemerlang yang indah
selalu dijadikan patokan bahwa itu adalah indukan unggul. Padahal hal tersebut
bukan hal yang mutlak dalam menentukan indukan yang akan dipijahkan.
Indukan yang baik / bagus adalah
indukan yang telah cukup umur
Dari
beberapa pengalaman saya pemilihan indukan cupang sangatlah penting, dimana
untuk memilih indukan yang bagus perlu membutuhkan kejelian tersendiri agar mendapatkan
hasil yang maksimal. Berikut ini ada beberapa cara memilih indukan baik cupang
betina dan cupang jantan sebagai berikut :
v
Untuk memilih Cupang betina yang bagus dilakukan dengan cara :
1.
Pilihlah ukuran cupang betina
yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil (ukuran badan sedang)
2.
Pilihlah warna cupang
betina yang pekat dan kondisi sehat
3.
Pilihlah cupang betina
yang telah cukup umur agar telur yang terdapat diperutnnya telah benar-benar
matang, tujuannya adalah burayak yang dihasilkan dengan tingkat kematangan yang
bagus akan lebih tahan terhadap serangan penyakit.
4.
Pilihlah indukan cupang betina
yang mempunyai perut gendut (bukan gendut karena pakan tapi karena banyaknya telur
didalam perut ikan)
5.
Pilihlah indukan cupang
betina yang disisi perut ikan (sisik bagian perut samping kiri dan kanan)
terdapat garis putih yang menunjukkan indukan betina siap kawin.
v
Untuk memilih Cupang Jantan yang bagus dilakukan dengan cara :
1.
Pilihlah ukuran cupang
jantan yang ukuran badannya ideal dan lebih besar dari betinanya
2.
Pilihlah cupang jantan
dengan bentuk warna yang pekat dan berani
3.
Pilihlah cupang jantan yang
telah cukup usia untuk dipijahkan
4.
Pilihlah cupang jantan
yang punya mental birahi yang kuat agar pembuahan sel telurnya maksimal
Ada beberapa pendapat yang menyampaikan bahwa beberapa
breeder senior bilang untuk memilih indukan yang baik hendaknya memperoleh
indukan dari keturunan ke 4 (f4). Pada keturunan f4 sudah memiliki kestabilan
dalam hal gen nya. Sehingga sudah dapat diturunkan ke anakannya. Jika cupang
belum mencapai f4 cenderung untuk mengikuti sifat genetika dari indukan
sebelumnya. Inilah yang mengakibatkan ikan yang kita kawinkan ternyata tidak
mengahsilkan warna sesuai induknya.
Indukan
yang baik juga adalah indukan yang cukup umur. Indukan yang cukup umur
menandakan ikan tersebut telah matang secara kelamin. Bagi ikan betina sel telurnya
telah mengalami kematangan dan bagi ikan pejantan telah mampu menghasilkan
sperma. Berdasarkan pengalaman, saya mengamati bahwa jika ikan belum matang
secara seksual maka angka keberhasilan hidupnya akan semakin kecil. Telur yang
dibuahi tidak akan menjadi burayak akibat kurang matang.
3. Pemberian pakan
Pakan yang tepat menentukan pertumbuhan ikan kita. Oleh
karena itu kita harus memberikan makanan yang memiliki kandungn gizi yang tepat
dan sesuai. Tidak harus banyak tetapi harus sesuai dengan fase pertumbuhan dan
kebutuhan ikan kita. Ada beberapa pakan alami yang dapat kita berikan kepada
ikan kita. Kita dapat menemukan makanan alami seperti cuk/jentik nyamuk, kutu
air, cacing sutera dan cacing darah.
Semua
pakan tersebut dapat kita berikan kepada kelangenan kita. Namun kita harus
memperhatikan kebutuhan ikan kita. Bagi ikan yang akan memijah pakan yang
paling penting adalah cuk. Cuk memiliki kandungan gizi yang amat tinggi dan
baik bagi indukan maupun anakan cupang. Bagi indukan betina diberikan cuk yang
banyak. Pematangan sel telur dapat dipercepat apabila betina mengkonsumsi
protein yang banyak dikandung dalam cuk. Dala waktu satu bulan setengah indukan
betina yang secara intensif diberi pakan cuk akan mengalami pematangan sel
telur secara sempurna. Ditandai dengan perut yang membesar serta bintik kecil
di bawah sirip dasi agak membesar. Pemberian pakan yang tepat secara tidak
langsung mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan perkawinan ikan cupang.
4.
Waktu pemijahan
Waktu yang paling tepat adalah di waktu musim kemarau. Pada
musim kemarau biasanya ikan cupang akan mengalami perubahan sikap menjadigenit
dan suka membuat sarang busa (bublenest).
Di alam bebas ikan cupang
memang biasa memijah pada musim kemarau. Sebab pada musim kemarau pakan alami
untuk burayak sangat berlimpah dan pada musim hujan pakan alami tersebut
terbawa arus air. Kasus yang sering terjadi adalah para hobiis mengawinkan
secara asal tanpa memperhatikan waktu yang tepat. Jika waktunya tidak tepat
maka ikan tidak akan mencapai birahinya dan perkawinan ikan tersebut seringkali
mengalami kegagalan. Pada musim hujan biasanya ikan lebih banyak berdiam diri
sehingga ketika dikawinkan ikan akan menjadi pasif. Dari sejumlah hal yang
telah saya paparkan di atas merupakan hasil pengamatan dan research penulis berdasarkan
pengalaman selama memelihara ikan cupang. Kiranya tulisan ini bermanfaat bagi
anda yang membutuhkan info tentang pemijahan ikan cupang.
Demikian artikel dari
saya semoga barmanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca. Kami ucapkan banyak
terimaksih. by (Arief Setyawan)
