| Mas Feri |
Saya awalnya hanya petani ikan yang berasal desa yang
belum paham sama sekali tentang bagaimana membudidayakan ikan cupang, kemudian
setelah saya amati dan belajar dari perkenalan seorang teman akhirnya saya
mencoba untuk melakukan budidaya meski hanya terbatas.
Dari pengalaman belajar saya pada awalnya saya
didampingi seorang pemuda yang bernama mas Triyanto yang merupakan seorang
petani ikan hias yang lokasi rumahnya tidak jauh dari rumah saya disekitar Kecamatan
Punggur Lampung Tengah, dari sinilah awal saya berkarir dalam berbudidaya ikan cupang
hias.
Baiklah mungkin sedikit mukodimah dari pengalaman saya
dan selanjutnya akan saya bahas bagaimana pengelolaan air yang baik dalam
sebuah budidaya ikan cupang.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pengelolaan air dalam sebuah budidaya ikan cupang adalah kondisi air itu
sendiri. Dimana sebagai pemula yang baru mencoba hendaknya kita berhati-hati
dalam pengelolaan air ini sendiri. Biasanya para pemula kurang jeli
memperhatikan kondisi air yang terdapat diruamh kita, asalkan ada kolam
langsung saja diisi dengan air, itu adalah fatal.
Kenapa dalam hal ini saya mengatakan fatal?”
Karena didalam air banyak sekali senyawa yang hidup didalamnya
baik bakteri pengurai seperti cacing, mikroba, dan mikroorganisme yang sangat
renik serta senyawa lainnya yang tidak nampak pada mata kita. Terkadang didalam
air jernih sekalipun belum tentu baik dan terdapat banyak mikroorganisme yang
selalu menguntunngkan bagi perkembangan ikan cupang kita, namun kemungkinan malah
banyak senyawa yang merugikan seperti adanya senyawa tieng dan senyawa limbah
lainnya yang dapat menghambat perkembangan ikan cupang kita.
Beberapa tips dari saya mengenai pengelolaan
air sebagai berikut ini :
1. Siapkanlah
sebuah kolam penampungan air dengan ukuran yang diinginkan
2. Tampunglah
air didalam kolam tersebut hingga beberapa hari (minimal 1-3 hari)
3. Jika
anda telah menampung air maka anda wajib untuk menaburkan garam kristal kedalam
air yang telah anda tampung sesuai dengan banyaknya air, dengan tujuan garam
yang ditaburkan kedalam air terseburt dapat mengurai bakteri yang merugikan
didalam kolam
4. Tutuplah
atas kolam dengan kelampu atau sejenisnya agar selama masa pengendapan tidak
ada hewan yang masuk seperti katak, capung dan hewan lainnya yang merusak air
5. Agar
kondisi air tetap terjaga Ph-nya maka taburkanlah beberapa daun ketapang
sebagai pengatur kesetabilan air didalam kolam
6. Selain
daun ketapang anda dapat memberikan beberapa daun pisang kering, jerami sebagi
tempat berlindung burayak cupang.
7. Setelah
kolam sudah siap selama 1-3 hari maka burayak ikan cupang siap untuk di
taburkan kedalam kolam (sebaiknya setelah burayak telah dilepas kekolam
sebaiknya kolam tetap tertutup seperti penjelasan diatas karena menjaga dari
serangan binatang lain.
8. Setelah
burayak telah cukup dewasa antara usia 15 hari maka perhatikanlah kondisi air
kolam anda, jika kondisi air kolam anda berbau maka segera lakulan pergantian
air dengan pelan-pelan atau sedikit demi sedikit agar ikan cupang anda tidak
banyak yang mati
9. Dalam
masa 0-15 hari sebaiknya perhatikan kondisi air kolam anda dan jangan
menggunakan pakan buatan (kosentrat/ Pelet ikan) karena pakan buatan akan
merusak kondisi air dan partikel yang terkandung didalam pakan buatan sangat
berbahaya bagi pertumbuhan ikan cupang anda.
10. Dalam
masa pertumbuhan sebaiknya air selalu diganti dan diperhatikan agar kesehatan
ikan selalu terjaga kesehatannya.
Itulah beberapa tips dan pengalaman saya selama
menjadi petani ikan cupang. Semoga dari penjelasan yang saya tuliskan dapat
bermanfaat untuk para pembaca dan sukses melakukan bisnisnya. amin