| Kolongan Merpati Punggur |
Hobi
memelihara burung merpati merupakan kesenangan tersendiri bagi sebagian orang Punggur,
dari dulu hingga sekarang tidak pernah meredup. Bahkan membentuk semacam
komunitas dan membuat arena secara khusus menyerupai lapak tempat terbuka
seperti di komplek lapangan Merdeka dan Tempat strategis tersendiri.
Para
penggemar burung merpati jenis tinggian ini berasal dari beragam profesi, mulai
dari pengusaha, karyawan dan buruh maupun yang murni peternak merpati, bahkan
ada yang belum punya pekerjaan sama sekali. Aktifitas dilakukan hampir setiap
hari mulai jam delapan pagi hingga jam sebelas siang, dilanjutkan jam tiga sore
hingga jam setengah enam petang.
Tidak sedikit diantara penggemar burung
merpati yang sering mengikuti lomba ketangkasan terbang tinggi di kota-kota
besar seperti Metro, Pringsewu, Kota Gajah bahkan sampai Keluar Daerah.
Tito,
warga Punggur Desa Sidorahayu salah seorang penggemar burung merpati kelompok
dengan Tim “Juragan Macet” yang
kerap mengikuti lomba antar Kolongan. Saat ini di lapangan Punggur sedikitnya
terdapat banyak lapak yang hampir setiap hari ramai dikunjungi penonton yang
sekedar menonton maupun ingin membeli. Terlebih jelang mendekati adanya lomba
biasanya uji coba semakin sering.
Seperti
halnya saya yang juga memelihara dan menjadikan hobi ini sebagai sampingan.
Oleh karena itu apapun usaha dan hobinya yang jelas jangan takut mencoba.
Sebagian
besar burung merpati yang digunakan oleh penggemar merpati ketinggian itu bukan
jenis merpati biasa. Merpati jenis ini memiliki ketangkasan dalam terbang
tinggi sehingga burung itu biasanya sudah sangat jinak dan terlatih, untuk bisa
memelihara dan melatih burung merpati dibutuhkan kesabaran. "Disamping
rajin melatih dan menguji dengan burung merpati tetangga lapak, untuk mengasah
ketajaman harus sering mengikuti lomba," tuturnya.
Merpati
terbang tinggian, diterbangkan dari suatu tempat yang terhalang rintangan
sekalipun seperti pohon, rumah dan sebagainya dengan menempuh jarak hingga 5
kilometer. Jadi pasangannya tidak bisa saling melihat. Biasanya yang
diterbangkan adalah jantannya, sedang betina pasangannya untuk “kleppek” atau
pemancing pejantan saat mendekati lokasi.
"Burung merpati yang sudah
biasa menempuh jarak sekitar 5 kilometer masuk kategori bintang. Burung merpati
ini harganya sudah diatas ratusan ribu bahkan Jutaan Rupiah, itu pun kalau
dijual", jelasnya.
Burung
merpati miliknya yang harganya mahal sering disewa untuk lomba maupun untuk indukan.
Sementara ini ini saya baru memiliki 10 pasang merpati khusus diadu termasuk
yang harganya hanya sebatas ratusan ribu saja dan 13 pasang merpati bibitan.
Mungkin pembahasan kita baru cukupkan dan nantikan kami dipembahsan
selanjutnya. @arief setyawan.