04 January 2018

APAPUN USAHANYA SEMUA TERGANTUNG NIAT(gabur dara)


Kolongan Merpati Punggur
Hobi memelihara burung merpati merupakan kesenangan tersendiri bagi sebagian orang Punggur, dari dulu hingga sekarang tidak pernah meredup. Bahkan membentuk semacam komunitas dan membuat arena secara khusus menyerupai lapak tempat terbuka seperti di komplek lapangan Merdeka dan Tempat strategis tersendiri.
Para penggemar burung merpati jenis tinggian ini berasal dari beragam profesi, mulai dari pengusaha, karyawan dan buruh maupun yang murni peternak merpati, bahkan ada yang belum punya pekerjaan sama sekali. Aktifitas dilakukan hampir setiap hari mulai jam delapan pagi hingga jam sebelas siang, dilanjutkan jam tiga sore hingga jam setengah enam petang.
Tidak sedikit diantara penggemar burung merpati yang sering mengikuti lomba ketangkasan terbang tinggi di kota-kota besar seperti Metro, Pringsewu, Kota Gajah bahkan sampai Keluar Daerah.
Tito, warga Punggur Desa Sidorahayu salah seorang penggemar burung merpati kelompok dengan Tim Juragan Macet” yang kerap mengikuti lomba antar Kolongan. Saat ini di lapangan Punggur sedikitnya terdapat banyak lapak yang hampir setiap hari ramai dikunjungi penonton yang sekedar menonton maupun ingin membeli. Terlebih jelang mendekati adanya lomba biasanya uji coba semakin sering.
Seperti halnya saya yang juga memelihara dan menjadikan hobi ini sebagai sampingan. Oleh karena itu apapun usaha dan hobinya yang jelas jangan takut mencoba.
Sebagian besar burung merpati yang digunakan oleh penggemar merpati ketinggian itu bukan jenis merpati biasa. Merpati jenis ini memiliki ketangkasan dalam terbang tinggi sehingga burung itu biasanya sudah sangat jinak dan terlatih, untuk bisa memelihara dan melatih burung merpati dibutuhkan kesabaran. "Disamping rajin melatih dan menguji dengan burung merpati tetangga lapak, untuk mengasah ketajaman harus sering mengikuti lomba," tuturnya.
Merpati terbang tinggian, diterbangkan dari suatu tempat yang terhalang rintangan sekalipun seperti pohon, rumah dan sebagainya dengan menempuh jarak hingga 5 kilometer. Jadi pasangannya tidak bisa saling melihat. Biasanya yang diterbangkan adalah jantannya, sedang betina pasangannya untuk “kleppek” atau pemancing pejantan saat mendekati lokasi.
"Burung merpati yang sudah biasa menempuh jarak sekitar 5 kilometer masuk kategori bintang. Burung merpati ini harganya sudah diatas ratusan ribu bahkan Jutaan Rupiah, itu pun kalau dijual", jelasnya.

Burung merpati miliknya yang harganya mahal sering disewa untuk lomba maupun untuk indukan. Sementara ini ini saya baru memiliki 10 pasang merpati khusus diadu termasuk yang harganya hanya sebatas ratusan ribu saja dan 13 pasang merpati bibitan. Mungkin pembahasan kita baru cukupkan dan nantikan kami dipembahsan selanjutnya. @arief setyawan.
Disqus Comments